Pengembangan ini di lakukan dalam rangka membuat sistem monitoring secara terpadu kondisi tambang batubara bawah tanah dan menyediakan informasi secara real time yang dapat di baca di pusat monitoring dalam satu jaringan. Peralatan monitoring yang dirangkai merupakan pengembangan dari peralatan monitoring yang pernah dikembangkan Puslitabang tekMira sejak tahun 2007 antara lain alat monit…
Pada proses sianidasi di Pongkor dihasilkan lumpur sianidasi berupa tailing yang masih mengandung logam berharga berupa emas dan perak. Kadar emas dan perak yang terkandung dalam tailing sianidasi cukup tinggi yaitu sampel-1 Au 1,67 g/t dan Ag 35,11 g/t sedangkan sampel-2 Au 1,46 g/t dan Ag 34,72 g/t. Ukuran di atas 200 mesh juga cukup tinggi yaitu sampel-1 62,22 % sedangkan sampel-2 63,31…
Abu Batubara yang merupakan limbah dari proses pembangkit tenaga listrik tersebut dapat berupa abu terbang, abu dasar, dan lumpur flue gas desulfurization. Abu tersebut selanjutnya dipindahkan ke lokasi penimbunan abu dan terakumulasi di lokasi tersebut dalam jumlah yang sangat banyak sehingga dapat menimbulkan dampak lingkungan. PLTU berbahan bakar batubara menghasilkan limbah padat dalam…
Salah satu isu utama yang mempengaruhi pembangunan berkelanjutan bagi operasional dalam industri pertambangan adalah bendungan limbah tambang (tailing dam). Tailing Dam sangat erat hubungannya dengan dampak lingkungan dan sosial serta resiko yang timbul dari fasilitas penyimpanan tailing. Dampak tersebut berupa praktek-praktek pembuangan yang buruk, perembesan yang terkontaminasi serta da…
Di beberapa lokasi dalam lubang bukaan bawah tanah tambang batubara terdapat beberapa kondisi ketidakstabilan, dan berdasarkan pengamatan di lapangan dan data hasil pengukuran piezometer terdapat juga permasalahan air akibat tekanan air yang cukup tinggi, dimana tekanan air membesar dengan semakin jauhnya posisi dari high wall, serta adanya zona rekahan (fracture zone) juga mengakibatkan …
Peraturan pemerintah No 23 Tahun 2010 dan PP 24 Tahun 2012 yang intinya mengatur Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP), belum mencantumkan pengaturan wilayah subsidence terkait dengan penyelenggaraan tambang batubara bawah tanah dengan metoda ambrukan. Selain itu juga peraturan Menteri Kehutanan no 18.P/Menhut_II/2011 tentang pengaturan wilayah hutan yang menegaskan batasan penggunaan ka…
Kajian geoteknik pada pembukaan dan perencanaan penambangan batubara dengan metoda tambang bawah tanah merupakan salah satu hal yang penting dalam merekomendasikan dan membuat rancangan (desain) lubang bukaan tambang. Penambangan batubara sistem tambang terbuka yang telah dan sedang beroperasi saat ini di Desa Pualam Sari, Sarang Burung dan sekitarnya, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, …
Penambangan batubara dengan metoda tambang terbuka (open pit) banyak digunakan pada seam-seam batubara yang relatif berada dekat dengan permukaan (surface). Salah satu kendala yang dihadapi pada tambang terbuka ini adalah bila seam batubara berada pada formasi batuan yang merupakan endapan rawa. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada daerah endapan rawa adalah karakteristik daerah ter…
Di beberapa lokasi dalam lubang bukaan bawah tanah tambang batubara terdapat beberapa kondisi ketidakstabilan, dan berdasarkan pengamatan di lapangan dan data hasil pengukuran piezometer terdapat juga permasalahan air akibat tekanan air yang cukup tinggi, dimana tekanan air membesar dengan semakin jauhnya posisi dari high wall, serta adanya zona rekahan (fracture zone) juga mengakibatkan …
K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam suatu kegiatan usaha terutama kegiatan yang memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi seperti kegiatan penambangan bawah tanah (underground mine) untuk dapat melakukan menambang dengan lancar dan aman. Seperti halnya di dalam tambang long wall semi-mekanis, K3 dapat dicapai dan di implementasikan denga…