Text
Peningkatan Pengembangan Teknologi pada Aktifasi Pembuatan Karbon Aktif dari Batubara
Karbon aktif dikenal mempunyai manfaat yang banyak sekali, antara
lain efektif sebagai suatu adsorben pada pengolahan air atau
penghilang bau, penyerap zat-zat pengotor baik senyawa organik
maupun anorganik pada industri. Sampai dengan tahun 2002 di
Indonesia tercatat ada 13 perusahaan yang memproduksi karbon aktif
dengan kapasitas produksi total 52.660 ton per tahun (BPS, 2002)
dengan harga berkisar antara Rp 6000,-/kg – Rp 15.000,-/kg
tergantung pada kualitas dan pemanfaatannya. Meningkatnya
kebutuhan industri karbon aktif Indonesia mengakibatkan
berkurangnya pasokan bahan baku tempurung kelapa yang selama ini
digunakan untuk membuat karbon aktif. Kondisi ini menyebabkan
para pengusaha karbon aktif mulai menjajagi kemungkinan membuat
karbon aktif dengan bahan baku alternatif. Salah satu bahan tersebut
adalah batubara. Maksud kegiatan yang dilakukan adalah
merealisasikan pembuatan karbon aktif dari arang batubara, dari skala
laboratorium ke skala pilot dan mempercepat realisasi pada skala
pabrik (komersil) dengan menggunakan rangkaian peralatan aktifasi
Rotary Kiln. Sedangkan tujuannya adalah memperoleh produk karbon
aktif dengan kualitas pasar dari bahan baku semikokas. Pembuatan
karbon aktif dari batubara telah dilakukan tekMIRA dalam skala
laboratorium sejak tahun 1990, dan menghasilkan karbon aktif
dengan bilanganiodine 1060 mg/g. Pada tahun 2006, percobaan
ditingkatkan ke skala bench yang dilanjutkan pada tahun 2007 dengan
membuat Rotary Kiln skala pilot yang mempunyai kapasitas 35-50
kg/jam (± 1 ton/hari). Di samping itu kegiatan tersebut, dilakukan juga
pembuatan karbon aktif skala pabrik (kapasitas 8 ton/hari) dengan
menggunakan Rotary Kiln, kerjasama antara tekMIRA, PT Tanso Putra
Asia, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam. Hasil percobaan di
palimanan diperolehnya rangkaian satu unit Rotary Kiln untuk
pembuatan karbon aktif. Unjuk kerja alat perlu pengaturan kembali
terutama pada kecepatan putaran dan kemiringan Kiln, sistem
pemanasan dan suhu di dalam Kiln, laju alir steam, dan pengaturan
kecepatan screw feeder. Hasil uji coba skala pabrik menghasilkan
bilangan iodine tertinggi 985 mg/g dengan perolehan produk
(rendemen) 25%. Nilai ini sudah masuk dalam kisaran kualitas karbon
aktif yang dijual di pasar dengan bilangan iodine 500 – 1200 mg/g,
namun perlu peningkatan kualitas karbon aktif untuk memperoleh
karbon aktif dengan kualitas maksimal dan ekonomis. Kualitas karbon
aktif dengan bilangan iodine 300-600 mg/g dapat digunakan untuk
pengolahan air dan udara (water treatment dan air treatment).
Tidak tersedia versi lain