Text
Teknologi Pembuatan dan Pembakaran Coal Water Mixture dari Batubara Hasil Proses Upgrade Brown Coal
CWM atau CWF merupakan suatu material yang sama, yaitu campuran
antar batubara dengan air dalam perbandingan tertntu menghasilkan
suspense kental yang homogeny dan stabil selama penyimpanan,
pengangkutan dan pembakaran, walaupun beberapa peneliti
beranggapan bahwa CWM lebih khusus ditujukan sebagai bahan bakar
langsung. Salah satu metoda proses upgrading yang terbukti
menguntungkan adalah upgraded brown coal (UBC). Pilot plant UBC di
Palimanan, Cirebon dengan kapasitas 5 ton/jam telah dibangun dan
beroperasi sejak tahun 2003 bekerja sama dengan JCOAL, Jepang.
Untuk memudahkan dalam transfortasi, produk pilot plant UBC dibuat
briket. Sebagai alternative lain, produk UBC dapat juga dalam bentuk
slurry (CWM) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar langsung.
Pembuatan CWM cukup sederhana. Namun karena ada perbedaan
berat jenis antara batubara dan air, maka batubara cenderung untuk
memisah membentuk endapan dalam CWM. Karena itu perlu
ditambahkan bahan aditif, baik sebagai dispersan (pengubah sifat
permukaan) agar batubara terdispersi dengan baik dalam air maupun
sebagai penstabil. Selain itu, CWM juga harus mudah untuk dialirkan
dan dibakar dengan nyala api yang mantap dan suhu yang tinggi.
Mengetahui secara pasti karakteristik CWM dengan menggunakan
batubara hasil proses UBC agar penerapannya di industri dapat segera
dilakukan, terutama industri yang telah ada sebagai bahan bakar boiler
untuk menghasilkan uap. Hasil penelitian menunjukan bahwa
batubara hasil proses UBC dapat digunakan sebagai pembuatan CWM.
Hal ini ditunjukkan dengan konsentrasi batubara yang cukup tinggi
yaitu 59,48% dengan aditif PSS dan S-194. Sedangkan pembakaran
CWM yang terbaik dengan suhu nyala api yang paling tinggi, yaitu
951,2oC dicapai pada konsentrasi batubara 50% dengan ukuran butir
100 mesh. Produk uap yang dihasilkan dengan konsentrasi batubara
50% adalah 3,48 m3/jam atau 1,26 kg/jam dengan suhu 80oC.
Mengetahui secara pasti karakteristik CWM dengan menggunakan
batubara hasil proses UBC agar penerapannya di industri dapat segera
dilakukan, terutama industri yang telah ada sebagai pengganti bahan
bakar minyak yaitu minyak berat sebagai bahan bakar boiler untuk
menghasilkan uap. Dengan didapatnya data kondisi optimum proses
pembuatan dan pembakaran CWM beserta unjuk kerja peralatannya
maka industri yang biasa menggunakan minyak berat dapat
menggantinya dengan batubara dalam bentuk fluida.
Tidak tersedia versi lain