Text
Optimasi Proses dan Uji Coba Pemanfaatan Karbon Aktif dari Batubara
Perkembangan industri karbon aktif di Indonesia saat ini cukup baik,
hal ini dapat dilihat dari tingginya kebutuhan karbon aktif setiap
tahunnya dan bertambahnya perusahaan produsen karbon aktif
sehingga sebagai langkah untuk dapat memberikan kontribusi pada
sektor industri karbon aktif saat ini pengembangan penelitian karbon
aktif batubara telah mencapai tahap uji coba pada skala pilot dengan
kapasitas 1 ton/hari. Beberapa jenis batubara telah diuji coba dan
menghasilkan karbon aktif dengan kualitas yang dapat digunakan dan
dijual di pasar, oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan pasar
karbon aktif secara maksimal maka perlu melakukan peningkatan,
baik dari peralatan, proses, kualitas maupun pemanfaatannya. Sebagai
upaya ke arah pemanfaatan batubara di masyarakat, saat ini Pusat
Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara telah
mengembangkan hasil penelitian pembuatan karbon aktif berbasis
batubara dari skala laboratorium ke skala pilot, dengan dibuatnya alat
rotary klin dengan kapasitas 1 ton/hari. Hasil uji coba skala pilot pada
tahun 2008 adalah karbon aktif dengan Kualitas bilangan yodium
berkisar antara 500 dan 750 mg/g, bilangan metilen biru < 80 mg/g,
kerapatan jenis 0,88 g/L dan air lembab 5,8%. Hasil ini perlu
ditingkatkan, baik dari kualitas karbon aktifnya maupun dari proses
secara keseluruhan sehingga diperoleh suatu proses yang optimal,
efisisen dan efektif. Selanjutnya pengujian terhadap proses yang
dicapai dilakukan dengan uji coba pemanfaatan karbon aktif di
industri serta mengevaluasi keekonomian produk. Kegiatan ini
bertujuan agar memperoleh sistem peralatan pembuatan karbon aktif
dengan kapasitas 1 ton/hari dengan kondisi proses optimal sehingga
menghasilkan karbon aktif dengan kualitas dan harga jual yang dapat
diterima pasar, dan memperoleh data pemanfaatan karbon aktif di
industri atau masyarakat sebagai acuan untuk peningkatan kualitas
dan pemanfaatan karbon aktif batubara secara spesifik. Adapun
sasarannya adalah menghasilkan rendemen karbon aktif minimal 40%
sehingga dapat memenuhi kelayakan keekonomian produk dengan
nilai jual minimal Rp 6.000,-/kg, serta mencapai penghematan
minimal 50% dari biaya produksi melalui subsitusi penggunaan solar
dengan konsumsi 30 L/jam oleh batubara sebagai bahan bakar.
Peningkatan peralatan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas
boiler dari 100 kg/jam menjadi 200 kg/jam sedangkan efisiensi proses
dengan pembuatan pembakar siklon berbahan bakar batubara yang
menggantikan pembakar berbahan bakar solar. Peningkatan proses
dilakukan dengan menerapkan variabel ukuran butir umpan dengan
jenis batubara yang berkadar abu < 5%. Hasil uji coba, diperoleh
karbon aktif dengan bilangan yodium antara 500 dan 800 mg/g.
Berdasarkan uji coba pemanfaatan karbon aktif dengan kualitas
demikian telah dapat dijual dan digunakan untuk proses penjernihan
air dan pengolahan limbah cair (waste Water).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain