Text
Optimasi Teknologi Aktivasi Pembuatan Karbon Aktif dari Batubara
Di Indonesia pembuatan karbon aktif menggunakan rotary klin dengan
bahan baku arang kayu atau tempurung kepala umum dilakukan
secara komersial tetapi dengan bahan baku semikokas (arang batu)
belum dilakukan. Kegiatan optimasi pembuatan karbon aktif meliputi
dua tahap kegiatan utama yaitu optimasi terhadap kinerja peralatan
dan optimasi proses aktivasi. Optimasi kinerja peralatan meliputi
unjuk kerja sistem rotary kiln yang terdiri dari unit-unit : boiler,
burner, feeder, reaktor, cooler, dan scrubber dengan mengoprasikan
unit-unit tersebut sesuai fungsi. Terhadap kinerja unit yang tidak
maksimal dilakukan modifikasi-modifikasi. Pengujian optimasi kinerja
alat dengan uji coba aktivasi 900oC dengan variabel percobaan : waktu
tinggal 2, 3, 4, 6, dan 10 jam, ukuran pertikel 1 cm, 5 mm, 3mm, 2 mm,
dan 1 mm, jumlah umpan 50, 40, 30, 20, dan 10 kg/jam dan laju alir
steam 50, 60, 70, 80, dan 90 kg/jam. Hasil percobaan diperoleh mutu
karbon aktif dengan iodine number tertinggi 772 mg/gr dan stabil pada
600-750 mg/gr. Hasil ini dicapai pada kondisi proses dengan jumlah
umpan 35 kg/jam, ukuran semikokas 3 mm, waktu tinggal 4 jam, dan
laju alir steam 90 kg/jam. Mutu karbon aktif komersial yang
mempunyai range antara 500-1200 mg/gr. Meskipun karbon aktif
dengan mutu demikian telah dapat digunakan untuk penjernihan atau
pengolahan limbah cair, namun pengembangan pembuatan karbon
aktif dari batubara terus dilakukan untuk mendapatkan hasil
maksimal, yaitu tercapainya karbon aktif dengan iodine number
e”1000 mg/gr. Spesifikasi lain seperti methylene blue, bulk density, pH,
dan lain-lain masih menjadi bahan peningkatan mutu pada kegiatan
berikutnya. Selain target mutu tercapai, proses pembuatan karbon
aktif dengan biaya murah juga menjadi tujuan sehingga pada saat
aplikasi di masyarakat mempunyai keunggulan teknologi dan
ekonomis. Tujuan kegiatan adalah melakukan optimasi proses
pembuatan karbon aktif untuk memperoleh karbon aktif dengan mutu
yang memenuhi kebutuhan pasar sebagai persiapan untuk
diaplikasikan di masyara kat (komersialisasi) sehingga kebutuhan
karbon aktif Indonesia baik untuk domestik maupun ekspor dapat
terpenuhi. Spesifikasi mutu karbon aktif yang beredar di pasar
meliputi nilai methylene blue, carbon tetra chloride (CTC), bulk density,
pH, moisture, abu dan kekerasan yang tergantung pada
pemanfaatannya. Namun pada umumnya pasar menilai mutu karbon
aktif dari daya serap karbon aktif terhadap larutan yodium (bilangan
yodium, iodine number), dan iodine number karbon aktif yang beredar
di pasar berkisar antara 500-1200 mg/gr. Semakin tinggi nilai iodine
number semakin baik mutu (daya serap) karbon aktif dan semakin
tinggi nilai jual. Diharapkan dengan diperolehnya karbon aktif yang
sesuai dengan kebutuhan pasar dapat memenuhi kebutuhan karbon
aktif di industri.
Tidak tersedia versi lain