Text
Pembuatan Zirkona Stabil
Konsentrat pasir zircon yang digunakan berkadar 64,71% (ZrO2) yang
sudah mengalami peningkatan kadar pasir zircon asal berkadar
52,15% ZrO2 dengan pengotor terbanyak adalah SiO2 32,05%, Fe2O3
1.30%, TiO2 6,68% dengan menggunakan serangkaian peralatan
terdiri dari meja goyang dan pemisah magnetic (magnetic separator).
Konsentrat pasir zircon dilebur dengan menggunakan reflux NaOH
dan Na2CO3 dengan memvariasikan suhu, waktu dan konsentrat. Hasil
peleburan kemudian dilarutkan dengan air untuk memisahkan SiO2
dan pelarutan dengan asam sulfat (H2SO4) untuk melarutkan
zirconium dari natrium zirkonat (Na2ZrO3) yang terbentuk dengan
memvariasikan waktu, suhu dan Persen solid untuk pelarutan silikat
dan waktu, suhu dan konsentrasi asam sulfat untuk pelarutan
zirconium. Kemudian dilakukan pembuatan zirkonia murni (ZrO2)
pada kondisi-kondisi optimum di atas sehingga diperoleh zirkonia
murni berkadar 97,61% (ZrO2 + HfO2) dengan perolehan sebesar 65%.
Dari zirkonia murni (ZrO2) berkadar 97,61% ini dibuat zirkonia stabil
yang mempunyai struktur kristal kubik dengan cara menambahan
stabilizer CaO, MgO dan Y2O3 cara mixing dan sintering, dengan
memvariasikan suhu, waktu sintering dan konsentrasi stabilizer.
Zirkonia stabil yang diperoleh dengan bentuk struktur kristal kubik
terjadi pada; suhu 1000oC, waktu 90 menit dan konsentrasi e”28% mol
untuk stabilizer CaO, suhu 1500oC, waktu 60 menit dan konsentrasi
e”30% mol untuk stabilizer MgO dan suhu 700, waktu 90 menit dan
konstentrasi 14% mol. Pembuatan zirkonia stabil atau Fully Stabilized
Zarconia (FSZ) dari konsentrat pasir zirkon, bertujuan untuk
memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah pasir zirkon dalam
negeri, menunjang pertumbuhan industri di daerah dan
mengantisipasi kebutuhan zirkonia murni, zirkonia semi stabil dan
zirkonia stabil di dalam negeri.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain