Text
Pembuatan Kiserit dari Dolomit Skala Pilot
Dolomit adalah mineral industri yang mengandung sumber
magnesium yang keterdapatannya tersebar di beberapa wilayah
Indonesia diantaranya terdapat di Gresik, Lamongan Jawa Timur dan
di Karo Sumatera Utara dengan cadangan mencapai 59,0 juta ton dan
11,52 juta ton dengan kadar MgO 21,76-22,17%. Kegunaan
magnesium maupun magnesium oksida sangat beragam antara lain
untuk industri refraktori, industri baja, farmasi, karet, kimia dan saat
ini sangat diperlukan untuk sektor perkebunan dan pertanian sebagai
pupuk. Diantaranya untuk tanaman kelapa sawit, kelapa, teh dan karet,
komoditas kelapa sawit pada tahun 2005 mencapai luas 4,1 juta
hektar, sumatera utara 957 ribu hektar membutuhkan 311 ribu ton
kiserit import. Dolomit sebagai bahan pupuk akan diolah terlebih
dahulu menjadi kiserit agar mempunyai nilai tambah yang tinggi dan
lebih penting lagi mengurangi besarnya impor pupuk. Dengan telah
selesai uji performance bahan baku dolomit dari daerah Karo
Sumatera Utara menjadi kiserit yang dilakukan pada tahun 2008 perlu
adanya tindak lanjut yaitu aplikasi secara riil untuk memenuhi
permintaan konsumen sekaligus uji pasar. Kegunaan pupuk kiserit
sangat beragam selain untuk kebutuhan pertanian yang paling
dominan adalah untuk kelapa sawit, kakao, kelapa, teh, karet, dan tebu
dengan kebutuhan pupuk diperkirakan terus meningkat sangat tajam
dari komoditas kelapa sawit saja menunjukkan peningkatan yang
sangat berarti pada tahun 2005 sudah mencapai 4,1 juta hektar atau
pertumbuhan mencapai 8,5% per tahun, di Sumatera Utara sudah
mencapai 957 ribu hektar dan karet mencapai 125 ribu hektar, untuk
kedua komoditi di Sumatera Utara saja membutuhkan kiserit
sebanyak 311 ribu ton kiserit impor. Kegiatan tahun 2011 adalah
melanjutkan kegiatan tahun 2010, dengan telah terpasangnya plant
berkapasitas 300 kg/jam produk maka perlu dilakukan uji coba plant
tersebut untuk pembuatan pupuk kiserit dan sekaligus pengumpulan
data mengenai peralatan dan neraca masa. Kegiatan ini bertujuan
untuk tinjauan kualitas kiserit dipasaran dan pemanfaatannya pada
industri pemakai terutama tanaman keras khususnya perkebunan
kelapa sawit, dan pengumpulan data proses akan digunakan untuk
acuan design engineering dan study kelayakan sebagai acuan
penentuan langkah ke skala industri. Metodologi penelitian meliputi
penghalusan dolomit sampai ukuran 100 mesh, dilanjutkan ke
ekstraksi buburan dolomit dengan asam sulfat menggunakan reaktor
berkapasitas maksimum 400 kg/jam buburan dolomit (slurry). Hasil
proses berupa padatan Gipsum dan larutan Mg-Sulfat dipisahkan
menggunakan filter press. Larutan Mg-Sulfat diuapkan atau kristalisasi
sampai menjadi kiserit (MgSO4, H2O) dari 100 kg dolomit dihasilkan 90
kg kiserit. Komposisi kimia kiserit yang dihasilkan adalah sebagai
berikut: 26,6-28,1% MgO; 45,2-54,3% SO3; 0,25-1,74% CaO; 0,14-
1,84% Fe2O3; 95-99% kelarutan MgO; 18,21-28,7% LOI; tt-24,5 ppm
Pb. Kualitas kiserit yang dihasilkan telah memenuhi syarat yang
beredar di pasaran. Adapun komposisi kimia produk kiserit yang
beredar di pasaran mengandung MgO 27,01-28,7%; CaO 0,58-0,93%
dan SO3 41,8-54,4%.
Tidak tersedia versi lain