Text
Pembangunan Aplikasi Pemantauan Produksi Tambang Batubara di Bawah Tanah
Peranan pemantauan produksi suatu tambang, khususnya tambang
batubara di bawah tanah secara teknis dan formal, erat sekali
kaitannya dengan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan
pemanfaatan sumber daya batubara dengan objeknya adalah
informasi yang bersifat runtun waktu (time series), dimana faktor
kecepatan tepat jadwal dan faktor keakuratan tampilan informasi
merupakan ukuran efisiensi dan efektifitasnya. Mengawali
kecenderungan penerapan tambang bawah tanah dimasa yang akan
datang dan berangkat dari keterkaitan yang disebutkan diatas maka
diselenggarakan kegiatan “Pembangunan Aplikasi Pemantauan
Produksi Tambang Batubara di Bawah Tanah” dengan maksud dari
penelitian dan pengembangan adalah mendukung peningkatan
efisiensi dan keselamatan kerja dalam bentuk otomatisasi
pengelolaaan database digital peta-peta yang terkait dengan kemajuan
produksi tambang batubara bawah tanah secara terintegrasi, dan
adapun tujuannya adalah membangun sebuah model aplikasi
pemantauan produksi penambangan batubara bawah tanah yang
dapat dimanfaatkan oleh semua pemangku kepentingan dalam
meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. Dalam
penyelenggaraan kegiatan penambangan yang berkesinambungan,
khususnya tambang batubara di bawah tanah diperlukan dukungan
informasi mengenai produksi, produksi yang dimaksud adalah berupa
disposisi (bentuk, posisi, dan dimensi) lubang bukaan yang dapat
dikonfrontasikan dengan disposisi lapisan batuan dan batubara di
bawah permukaan dari suatu wilayah minatan. Diawali adanya data
tetap dari struktur batuan (lithologi) secara vertikal yaitu data
borehole eksplorasi maka dibentuk dua bidang kontinu yaitu
permukaan top dan permukaan bottom dari seam batubara sebagai
informasi awal dari pemantauan produksi. Sejalan dengan kemajuan
tambang maka terhimpun data transaksi dari disposisi lubang bukaan
secara periodik yang diekspresikan dengan nilai koordinat XYZ, jika
lubang bukaan berupa lorong maka atributnya dinyatakan dengan
koordinat awal dan akhir lorong, jika bentuknya ruangan yang tidak
beraturan maka dinyatakan dengan sebaran koordinat atap dan
lantainya, manajemenen data spasial XYZ ini mengacu kepada Sistem
Informasi Geografi. Selanjutnya untuk lubang bukaan berbentuk
lorong, produksi digambarkan dan dihitung melalui panjang lorong
dan bentuk lorong (bujur sangkar, ellips atau lingkaran) sedangkan
untuk ruangan yang tidak teratur, produksinya digambarkan dan
dihitung dengan menggunakan disposisi dan luasan dari atap versus
lantai yang di modelkanmelalui interpolator Triangulated Irregular
Network (TIN). Dengan memanfaatkan kecepatan dan keakuratan
komputer dalam menginterpolasi data transaksi kemajuan tambang
maka Aplikasi Pemantauan Produksi Tambang Batubara di Bawah
Tanah ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pemantauan
produksi yang dapat menciptakan koordinasi antar pemangku
kepentingan konservasi bahan galian, pengendalian dan pemeliharaan
fungsi lingkungan serta pemeliharaan asas pembangunan yang
berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain