Text
Peningkatan Recovery Bauksit Tayan dan Kijang pada Proses Pencucian
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penelitian yang dilakukan pada
tahun 2007, maka pada tahun 2008 telah dilakukan percobaan
peningkatan recovery bauksit Kijang dan Tayan serta pembuatan
desain peralatan untuk proses upgrading bauksit secara kontinpada
skala pilot plant untuk mendekati kondisi proses secara komersial, dan
percobaan memanfaatkan tailing hasil pencucian yaitu dengan cara
pemisahan mineral besi dan mineral non besi (alumina) dengan alat
magnetic separator. Mineral non besi digunakan sebagai bahan pada
pembuatan PAC (poly aluminium chloride) sedangkan mineral besi
(besi oksida) untuk pembuatan FeSO4. Tujuan dilakukan percobaan
peningkatan recovery (optimasi) proses pencucian bauksit adalah
untuk mendapatkan data dalam pembuatan rancangan peralatan,
terutama pada pemanfaatan tailing bauksit. Perancangan peralatan
dimaksudkan untuk mendapatkan spesifikasi teknis yang dapat
digunakan sebagai acuan dalam mendirikan pilot plant upgrading
bauksit Tayan dan Kijang. Pada percobaan peningkatan recovery
bauksit Kijang dan Tayan yang dilakukan adalah proses pencucian
yang dilanjutkan dengan pemisahan dengan magnetic separator serta
peningkatan nilai tambah dengan menambahkan tailing hasil
pencucian sehingga dapat disusun bagan alir proses yang mendekati
kondisi proses secara komersial. Pada perancangan peralatan proses
mengacu pada data hasil percobaan dan asumsi-asumsi berdasarkan
literatur atau narasumber lainnya. Pada percobaan peningkatan nilai
tambah tailing hasil pencucian memanfaatkan fraksi non magnetik
menjadi PAC dengan proses digesting dan hidrolisis serta pemanfaatan
fraksi magnetik menjadi ferosulfat. Kondisi optimum yang digunakan
untuk membuat rancangan peralatan bauksit Kijang: komposisi bahan
baku Al2O3 40,12%, Fe2O3 5,05%, SiO2 total 29,16% dan SiO2 relatif
sebesar 9,84%, ukuran umpan scrubbing -2 inci, waktu scrubbing 7,5
menit, persen solid 50%, menghasilkan bauksit tercuci dengan
komposisi: Al2O3 46,74%, Fe2O3 4,05%, SiO2 total 13,57% dan SiO2
reaktif sebesar 3,66%. Kondisi optimum yang digunakan untuk
membuat rancangan peralatan pencucian bauksit Tayan (komposisi
bahan baku: Al2O3 41,39%, Fe2O3 17,37%, dan SiO2 4,78%) adalah
sebagai berikut: pada proses scrubbing, ukuran umpan -1 inci, waktu
7,5 menit, persen solid 50%, yang menghasilkan bauksit tercuci
dengan komposisi kimia sbb: Al2O3 47,80%, Fe2O3 14,57%, dan SiO2
1,14%. Bagan alir proses pencucian bauksit Kijang sedikit berbeda
dengan proses pencucian bauksit Tayan karena karakteristik bijihnya
berbeda. Bijih bauksit Kijang kadar besinya relatif lebih rendah
dibandingkan bijih bauksit Tayan, dan kandungan besi pada bauksit
Kijang terkonsentrasi pada ukuran butir sangat halus sedangkan bijih
bauksit Tayan kandungan besinya terdistribusi hampir merata pada
seluruh fraksi ukuran mulai yang kasar sampai yang sangat halus.
Proses ekstraksi (digesting) Al2O3 dari bauksit dengan NaOH sebagai
berikut : tekanan 4 atm, suhu 175°C, waktu 1 jam, dan persen ekstraksi
Al2O3 sebesar 72,22%. Pada proses hidrolisis dengan percobaan tanpa
penambahan seed Al(OH)3 adalah sebagai berikut : pH 9, suhu 55°C,
konsentrat Al sebesar 26,7 g/L dan perolehan Al sebesar 96,58%. Pada
proses dengan penambahan seed Al(OH)3 sebagian berikut : pH 9,
waktu 40 jam, suhu 70°C, dan dengan persen perolehan sebesar 90%.
Tidak tersedia versi lain