Text
Kajian Sinkronisasi Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Permurnian dengan Energi Geothermal
Teknologi pembuatan dan pembakaran CWF dari batubara hasil
proses UBC merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang telah
dilakukan sebelumnya yaitu pembuatan dan pembakaran CWF pada
skala pilot. Batubara sebagai bahan baku pembuatan CWF sebaiknya
batubara dengan kadar air yang relatif rendah (< 10%). Batubara
dengan kadar air yang tinggi (lignit dan sub-bituminus) biasanya
bersifat hidrofilik yaitu sifat menyukai air sehingga air yang
diperlukan untuk pembuatan CWF lebih besar. Dengan tingginya
kadar air dalam CWF, maka viskositas CWF rendah sehingga
kestabilan menurun, selain itu nilai kalor CWF juga menjadi semakin
rendah. Oleh sebab itu, apabila batubara peringkat rendah digunakan
sebagai bahan baku pembuatan CWF perlu dilakukan proses
upgrading terlebih dahulu sehingga sifat permukaan yang hidrofilik
dirubah menjadi hidrofobik. Salah satu faktor yang harus diperhatikan
dalam penerapan CWF adalah tingkat kestabilan, CWF dikatakan stabil
apabila partikel-partikel batubara dalam selang waktu tertentu masih
terdispersi dengan baik dalam air dan tidak mengalami pengendapan,
dan pengendapan terjadi karena adanya perbedaan berat jenis antara
batubara dan air, oleh karena itu untuk pencegahan pengendapan
diperlukan zat aditif sehingga campuran batubara dan air menjadi
homogen dan stabil. Maksud dari kegiatan penelitian ini adalah
melakukan optimasi proses teknologi pembuatan dan pembakaran
CWF dengan peralatan skala pilot 4 ton/hari secara kontinyu dengan
menggunakan batubara hasil proses UBC sebagai bahan baku. Adapun
sasarannya adalah agar tercapainya kapasitas pembuatan dan
pembakaran CWF dari batubara hasil proses UBC 4 ton/hari dengan
perlengkapan peralatan yang terintegrasi untuk mencapai proses yang
optimal dan di dapatnya hasil pembakaran yang sempurna, bersih dan
efisien dengan temperatur pembakaran > 800°C sehingga dapat
mendekati kondisi pemakaian pada industri sebagai pengganti minyak
berat terutama MFO. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009
adalah optimasi teknologi pembuatan dan pembakaran CWF dengan
menggunakan peralatan terpadu dan kontinyu. Coal water fuel (CWF)
adalah campuran batubara halus dan air dalam perbandingan tertentu
menghasilkan suspensi kental yang homogen dan stabil selama
penyimpanan, pengangkutan dan pembakaran, dan untuk
meningkatkan kestabilan CWF maka ditambahkan zat aditif sehingga
CWF yang dihasilkan mempunyai viskositas yang rendah dengan
persen padatan (batubara) dalam CWF yang tinggi, oleh karena itu
dilakukan penelitian pembuatan dan pembakaran CWF dengan
menggunakan batubara hasil proses upgraded brown coal (UBC)
sebagai bahan baku dengan berbagai jenis dispersan sebagai zat aditif
yaitu kalsium lingo sulfonat, sodium lingo sulfonat, dodesil benzene
sulfonat, PHPA dan SPA, dodesil bensen sulfonat, dan CMC sebagai
penstabil. Selain itu, uji pembakaran CWF juga dilakukan untuk
mendapatkan kondisi optimum pembakaran CWF skala 4 ton/hari.
Percobaan untuk mendapatkan jenis zat aditif terbaik dilakukan pada
skala laboratorium dengan variabel jenis dan jumlah aditif serta
persen batubara dalam CWF sedangkan uji pembakaran dilakuka pada
skal pilot secara kontinyu dengan menggunakan CWF pada bebagai
persen padatan batubara dan zat aditif PSS 0,5% dan CMC 0,05%. Hasil
menunjukkan bahwa zat aditif dodesil benzene sulfonat sebanyak
0,3% merupakan dispersan yang terbaik dicampur dengan CMC
sebanyak 0,05% sebagai penstabil, menghasilkan CWF dengan persen
padatan tertinggi yaitu 60% dan viskositas 1.215 cP pada kecepatan
putar spindel 100 rpm. Hasil uji pembakaran CWF menunjukkan
bahwa CWF dengan 55% padatan, mempunyai karakteristik sifat
pembakaran yang lebih dibandingkan CWF dengan 50% padatan
dengan temperatur pembakaran > 800°C dan stabil setelah 30 menit.
Tidak tersedia versi lain