Text
Aplikasi Software 3-DEC dalam Menentukan Kestabilan Lereng pada Daerah Rawan Longsor (Jenuh Air) di Kebumen, Jawa Tengah
Peristiwa longsor lereng merupakan salah satu bencana alam yang
memiliki frekuensi yang sangat tinggi terutama dalam musim hujan,
salah satu kemampuan perangkat lunak 3-DEC adalah untuk
mengetahui kondisi kestabilan lereng alami maupun batuan manusia
(mendesain) dengan kemampuan yang dimiliki perangkat lunak
tersebut maka pada daerah rawan longsor karena jenuh air perlu
dibuat pemodelan lereng agar bencana longsoran yang menbahayakan
jiwa manusia dan harta benda dapat dihindarkan. Salah satu penyebab
terjadinya keruntuhan atau pergerakan tanah pada lereng (longsor)
adalah akibat adanya percobaan (peningkatan) kandungan air dalam
tanah. Peningkatan kandungan air tersebut merubah kondisi tak jenuh
menjadi kondisi jenuh air, sehingga kekuatan geser tanah terutama
daya lekat antar butiran akan berkurang. Perubahan kandungan air
juga dapat memicu terjadinya peristiwa kembang susut tanah yang
pada gilirannya dapat menyebabkan terjadinya keruntuhan pada
lereng, apabila pergerakan tanah sebagai akibat adanya perubahan
volume ini terjadi pada tanah berbentuk lereng maka akan terjadi
longsoran yang dapat mangakibatkan kerusakan atau bencana lainnya
dari akibat yang paling ringan hingga cukup besar. Salah satu faktor
penting dalam analisis stabilitas lereng adalah besarnya tekanan air
pori yang disertai dengan adanya infiltrasi air tanah atau air hujan
maka akan terjadi peningkatan kandungan air yang merubah kondisi
tak jenuh menjadi kondisi air jenuh. Kondisi seperti ini dipicu oleh
adanya hujan dalam durasi yang cukup deras atau dalam waktu yang
cukup lama dan menyebabkan menurunnya kekuatan geser
tanah/batuan. Penelitian pada daerah seluas kurang lebih 7,5 ha yang
mengalami longsor dilakukan kegiatan pengamatan geologi,
pengamatan geoteknik, pengamatan geohidrologi, pengukuran
topografi serta pengambilan contoh untuk uji laboratorium mekanika
tanah. Dari pengamatan geologi bahwa batuan permukaan di daerah
tersebut adalah breksi vulkanik tufaan dengan fargmen batuan beku
berukuran antara 50 cm hingga beberapa cm berada dalam masa
dasar pasir lempungan dan batuan ini terletak di atas batuan lempung
tufaan, di atas batuan breksi vulkanik tufaan tersebut merupakan
kawasan pemukiman yang kering dengan sepetak sawa, sumur,
resapan dan pemandian umum berupa mata air/belik (Jawa). Hasil
dari kegiatan yang dilakukan tersebut adalah dapat dkketahui nilai
perpindahan yang terjadi serta arah pergerakan lereng yang terjadi
pada bagian kaki sampai saat kegiatan penelitian berlangsung telah
terjadi pergeseran terbesar 4,043 m, Hal ini didukung oleh adanya
bekas bangunan (rumah penduduk maupun masjid) yang sudah
roboh.
Tidak tersedia versi lain