Text
Penelitian Abu Batubara Sebagai Bahan Pembenah Tanah atau Soil Conditioner di Daerah Penimbunan Tailing Pengolahan Emas
Abu Batubara yang merupakan limbah dari proses pembangkit tenaga
listrik tersebut dapat berupa abu terbang, abu dasar, dan lumpur flue
gas desulfurization. Abu tersebut selanjutnya dipindahkan ke lokasi
penimbunan abu dan terakumulasi di lokasi tersebut dalam jumlah
yang sangat banyak sehingga dapat menimbulkan dampak lingkungan.
PLTU berbahan bakar batubara menghasilkan limbah padat dalam
bentuk abu. Jumlah abu batubara yang dihasilkan per hari dapat
mencapai 500 – 1000 ton. Salah satu usaha untuk penanganan
masalah itu adalah dengan adanya usaha-usaha untuk memanfaatkan
limbah padat tersebut untuk berbagai keperluan antara lain sebagai
bahan pembenah tanah. Salah satu pemanfaatan abu batubara yang di
teliti di Puslitbang tekMIRa adalah untuk mengelolah tanah tailing
yang berasal dari kegiatan pengolahan emas di Jawa Barat dan dari
kegiatan pengolahan tembaga di Papua. Tailing tersebut diperkirakan
bersifat basa dan banyak mengandung logam-logam berat. Abu
batubara itu sendiri dapat bersifat sangat asam (pH 3 – 4) tetapi pada
umumnya bersifat basa (pH 10 – 12). Secara kimia abu batubara
merupakan mineral alumino silikat yang banyak mengandung unsur-
unsur Ca, K dan Na di samping juga mengandung sejumlah kecil unsur
C dan N. Berdasarkan sifat kimianya diperkirakan abu batubara ini
dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan zeolit
sintetis yang pada akhirnya akan dapat dimanfaatkan pula sebagai
bahan pembenah tanah tailing dan pengadsorpsi logam-logam berat
yang ada didalamnya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk
mengevaluasi pengaruh proses pelindian (leaching) ataupun absorpsi
yang mungkin terjadi sebagai akibat penambahan abu batubara pada
contoh ampas (tailing). Dengan diketahuinya permasalahan tersebut
diharapkan usaha-usaha pengendalian dampak akibat terbentuknya
limbah padat abu batubara dengan cara memanfaatkan limbah
tersebut untuk mengelola limbah yang lain dapat dilakukan dengan
baik sehingga pelestarian kualitas lingkungan terjaga untuk
melaksanakan penelitian ini contoh abu batubara yang dipakai bersal
dari PLTU Ombilin dan PLTU Asam-asam sedangkan contoh ampas
(tailing) yang dipergunakan berasal dari Unit Pengolahan Emas
Pongkor dan PT. Freeport Indonesia.
Tidak tersedia versi lain