Text
Optimasi Proses Daur Ulang Minyak Pelumas Bekas dengan Menggunakan Batubara Peringkat Rendah Sebagai Penyerap Kontaminan
Minyak pelumas merupakan bahan yang sangat penting bagi
peralatan-peralatan menis mulai dari mesin besar dalam dunia
industri sampai pada mesin kendaraan bermotor yang sering kita
gunakan sehari-hari. Tanpa adanya minyak pelumas tentunya mesin
akan mengalami hambatan dalam operasinya. Peranan minyak
pelumas ini semakin bertambah dengan makin pesatnya kemajuan
teknologi sehingga menuntut kualitas pelumas yang sesuai dengan
kemajuan teknologi tersebut. Dengan meningkatnya pemakaian
mesin-mesin pabrik, kendaraan bermotor dan lain-lain kebutuhan
minyak pelumas turut meningkat pula. Hal ini tentunya juga
berdampak pada banyaknya minyak pelumas bekas yang akan
membebani lingkungan. Pengolahan kembali minyak pelumas bekas
merupakan salah satu alternatif dalam rangka efisiensi konsumsi
minyak bumi yang semakin menyusut dari tahun ke tahunnya juga
untuk mengurangi pencemaran pada lingkungan akibat limbah minyak
pelumas bekas. Penelitian daur ulang minyak pelumas bekas dengan
menggunakan batubara peringkat rendah sebagai penyerap
merupakan salah satu cara yang tidak hanya dapat mengefisienkan
konsumsi minyak bumi naumun juga dapat meningkatkan nilai guna
batubara peringkat rendah agar lebih optimal selain itu diharapkan
dengan cara ini didapatkan cara pengolahan pelumas bekas yang lebih
ekonomis dan kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendaur ulang minyak pelumas bekas menggunakan batubara
peringkat rendah sebagai penyerap sehingga dapat digunakan
kembali. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun
98
sebelumnya, pada tahun 2003 kondisi optimum dekhlorinasi dicapai
pada menit 120, kadar khlor dapat diturunkan dari 1,78% menjadi
0,07%. Batubara ukuran -14 + 16 mesh sebanyak 20% paling baik
menyerap Ca, Zn, P dan logam pengotor lainnya dengan waktu
optimum 60 menit. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suhu
optimal proses daur ulang minyak pelumas bekas dengan batubara
sebagai penyerap dicapai pada suhu 300°C untuk batubara yang
berukuran -12 + 14 mesh. Pada kondisi ini kandungan logam Ca turun
dari 1447 menjadi 150 ppm, logam Zn dari 887 menjadi 17,4 ppm,
logam Fe turun dari 47,1 menjadi 43,5 ppm, logam Ni turun dari 15,4
menjadi 6,2 ppm sedangkan logam Cr dan Cu terserap semua.
Tidak tersedia versi lain