Text
Kajian Emisi CO2 dari Pembakaran Batubara di Indonesia
Batubara termasuk bahan bakar fosil yang mengandung hidrokarbon,
Hidrokarbon ini jika dibakar sempurna akan menghasilkan gas CO2
salah satu gas rumah kaca. Karbondioksida di atmosfir dapat
berkurang secara alami karena terserap oleh lautan dan diserap
tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis namun aktifitas
manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat
dari kemampuan alam untuk menguranginya. Maksud kegiatan kajian
emisi CO2 dari pembakaran batubara ini adalah melihat sejauh mana
tingkat efisiensi pembakaran batubara di Indonesia kaitannya dengan
emisi CO2, dan adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah
mendapatkan data tentang efisiensi pembakaran batubara dan tingkat
keefektifan peralatan pada bebagai industri pengguna batubara,
mengetahui tingkat CO2 dari pembakaran batubara dan memperoleh
awal alat pengurang dan suatu adsorben CO2. Selama kegiatan telah
dilaksanakan pengambilan data primer dan sekunder, pra-
perancangan alat dan pembuatan adsorben pengurang CO2. Data
primer dan sekunder dilakukan di 7 PLTU batubara (pulau Jawa,
Sumatera, dan Kalimantan), 25 perusahaan di sekitar Kabupaten
Bandung, dan 2 pabrik semen (PT. Indocement Cirebon dan PT. Semen
Padang). Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dievaluasi serta
dijadikan masukan dalam perhitungan efisiensi dan prediksi emisi
CO2, perhitungan efisiensi mengacu pada neraca massa dan energi,
sedangkan prediksi emisi CO2 mengikuti metode dalam IPCC.
Perancangan alat dibuat dengan teknologi fluidisasi sedangkan
pembuatan adsorben dengan pengaktifan zeolit menggunakan asam
dan larutan monoetanolamin dalam methanol, dan hasil kegiatan yang
diperoleh hal-hal berikut yaitu : dari 7 PLTU yang ditinjau diketahui
ada 2 teknologi pembakaran batubara yang diterapkan, yakni
Pulverized Coal Combustion dan Circulating Fluidized Bed
Combustion. Pengurangan emisi CO2 melalui penerapan teknologi
yang lebih efisien pada PLTU batubara mempunyai potensi sangat
besar, dan nilai efisiensi di 7 PLTU diperoleh antara 27-36%.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain