Text
Rancangan Penyanggaan Tambang Batubara Bawah Tanah dengan Kemiringan Curam
Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak tambang-tambang batubara
dengan metode penambangan terbuka sudah mencapai batas ekonomi
penambangan dengan metode tersebut sehingga ada dua pilihan yaitu
ditutup atau dilanjutkan dengan metode tambang bawah tanah.
Operasi penambangan batubara bawah tanah pada lapisan miring
perlu didukung oleh perencanaan penambangan yang baik, mulai dari
tahap eksplorasi, rancangan penambangan, rancangan penyanggaan,
dan operasi produksi sehingga dalam hal ini dititikberatkan pada
rancangan penyanggaan yang merupakan salah satu hal yang penting
dalam terlaksananya efisisensi dan keselamatan kerja. Kestabilan
lubang bukaan erat sekali kaitannya dengan aspek geoteknik dan
kondisi material batuan penyusun yang didukung oleh adanya
perkuatan pada lubang bukaan tersebut dengan metode rancangan
penyanggaan sehingga dapat dihasilkan solusi yang tepat dalam
menangani hal tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten
Tapin, Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu kegiatan
lapangan proyek tahun anggaran 2011 dengan maksud dari kegiatan
ini adalah melakukan studi geoteknik di areal rancangan penyanggaan
yang optimal secara tepat dan efisien yang pada akhirnya akan
mendukung produktifitas dan keselamatan kerja. Dengan tujuan untuk
mendapatkan kondisi penyanggaan dengan ukuran minimal tapi aman
dari segi geomekanik karena hal ini sesuai dengan pedoman “good
mining practice” dimana masalah produksi sangat terkait dengan
masalah keselamatan kerja. Karena jika keselamatan penyanggaan
serta penyanggaan diabaikan maka akan terjadi kecelakaan yang
mengakibatkan hilangnya kesempatan keuntungan dan hancurnya
investasi. Persoalan yang dihadapi dalam penambangan batubara
metode tambang bawah tanah jauh lebih kompleks dan lebih sulit
dibandingkan dengan tambang terbuka terutama dalam menentukan
metode penambangan dan penyanggaan pada suatu kondisi dimana
kemiringan batubara yang relatif curam diatas 20°, oleh karena itu
perlu dikaji mengenai arah lubang bukaan, kestabilan lubang bukaan
dan rancangan penyanggaan. Dari hasil kegiatan penelitian didapatkan
bahwa ditentukan arah lubang bukaan yang mengikuti arah apparent
(kemiringan semu) berarah N 355° E sehingga tidak terlalu curam <
15° karena berhubungan dengan kinerja peralatan. Untuk rancangan
penyanggaan dilakukan pada beberapa bagian yaitu portal, main shaft,
jalan lubang produksi dan pada panel produksi dimana pada batuan
atap tersusun oleh batu lempung sedangkan pada lantai tersusun oleh
batu lempung karbonan (carbonaceous clay) umumnya yang keduanya
termasuk kedalam kategori batuan kelas IV atau poor rock. Batuan
jenis ini jika terembesi oleh air tanah akan mudah berubah menjadi
lemah sehingga semua ujung bawah penyangga kayu (post) dan steel
set support perlu diperhitungkan untuk dipasangi papan kayu penahan
(sepatu) dengan luas permukaan 30 cm x 20 cm x dan tebal 5-10 cm.
Tidak tersedia versi lain