Text
Penelitian Pengolahan dan Kajian Pengusahaan Logam Tanah Jarang dari Mineral Monasit
Logam tanah jarang (LTJ) memegang peranan penting dalam
kebutuhan material produksi modern seperti dalam dunia super
konduktor, laser, optik, elektronik, aplikasi LED dan iPAD, glass dan
keramik. Di Idnonesia terdapat 2 jenis mineral yang mengandung LTJ
yaitu monosit dan senotim. Mineral-mineral tersebut belum diolah
lebih lanjut unuk memperoleh logam-logam tanah jarang murni atau
dalam bentuk oksidasinya karena keterbatasannya penguasaan kita
tentang teknologi pengolahannya sehingga masih perlu ditingkatkan
dan dimantapkan. Logam tanah jarang (LTJ) merupakan kelompok
logam yang keberadaannya sangat jarang atau berasosiasi dengn
unsur logam lain dalam jumlah yang kecil. Kelompok logam tanah
jarang merupakan kelompok lantanida dalam periodik unsur yang
memiliki anggota 14 unsur yaitu: Ce-Pr-Nd-Pm-Sm-Eu-Gd-Tb-Dy-Ho-
Tr-Tm-Yb-Lu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil yang optimal
pada proses reduksi CeO2 dan Y2O3 menjadi logam Ce dan Y,
mengitung keekonomian proses pengolahan LTJ dari monosit hingga
didapatkan oksida logam tanah jarang dan mengetahui dampak
lingkungan pengolahan monosit dengan metode asam ataupun basa.
Hasil-hasil percobaan untuk mengekstraksi LTJ dari monosit dengan
metode asam diperoleh persen ekstraksi Ce tertinggi yaitu 99,08%
yang dicapai pada konsentrasi asam sulfat (v/v) 1:1, suhu proses
220°C dan waktu ekstraksi 120 menit. Larutan hasil ekstraksi
selanjutkan diendapkan dengan menambahkan natrium hidrosikda
untuk menghasilkan LTJ hidrosikda yang selanjutnya dilakukan
kalsinasi pada suhu 900°C selama 3 jam untuk menghasilkan LTJ
oksida. Karakterisasi LTJ-oksida yang dihasilkan adalah : Ce 29,10%;
Gd 1,54%; Y 1,53%; Nd 11,53%, La 14,02%, Dy 0,489; dan Sm 1,85%.
Reduksi serium oksida menjadi logam Ce dengan kadar 50% Ce dan
perolehan 91% diperoleh pada kondisi perbandingan umpan dan
reduktornya 1:1, penambahan fluks 1%, dan suhu proses mencapai
1200°C selama 3 jam. Dampak lingkungan dari metode ektraksi LTJ
(asam dan basa) dari monasit menujukkan bahwa metode asam
menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih kecil dibandingkan
dengan metode basa. Kajian keekonomian menunjukkan bahwa proses
dengan asam dihitung dari neraca bahan dan produk yang dihasilkan
layak untuk dikembangkan ke skala yang lebih besar.
Tidak tersedia versi lain