Text
Teknologi Pembuatan dan Pembakaran Coal Water Fuel Skala Pilot Plant 4 Ton/Hari dari Batubara Hasil Proses Upgraded Brown Coal
Dalam usaha mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar
minyak, pemerintah dalam kebijakan umum di bidang energi telah
menggariskan perlunya diversifikasi energi, salah satu usaha yang
dilakukan adalah peningkatan pemanfaatan batubara. Salah satu
metoda proses upgrading yang terbukti menguntungkan adalah
upgraded brown coal (UBC) yang pada saat sekarang ini telah
dibangun pabrik UBC skala demo plant 1000 ton/hari di Satui,
Kalimantan Selatan. Salah satu hasil produk upgrading brown coal
(UBC) adalah serbuk yang berukuran halus ukuran < 3mm, untuk
mengatasi penanganan dan transportasi adalah dengan dirubah
menjadi bentuk slurry, yaitu berupa CWF (Coal Water Fuel). Kegiatan
ini bertujuan melakukan penelitian peningkatan proses pembuatan
dan pembakaran CWF dari batubara hasil proses UBC pada skala pilot
berdasarkan beberapa variabel penting untuk mempelajari atau
mengetahui unjuk kerja seluruh perlatan agar penerapannya di
industri dapat segera diaksanakan, serta penyempurnaan proses
sehingga dapat diterapkan pada industri dengan skala yang lebih
besar. Adapun sasarannya dengan dicapainya kapasitas optimum
pembuatan dan pembakaran CWF dari batubara hasil proses UBC pada
skala pilot beserta unjuk kerja peralatannya maka industri yang
biasanya menggunakan minyak berat dapat menggantinya dengan
batubara dalam bentuk fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
batubara hasil proses UBC dapat digunakan sebagai bahan baku
pembuatan CWF. Hal ini ditunjukkan dengan konsentrasi batubara
yang cukup tinggi yaitu 59.48 %. sedangkan pembakaran CWF yang
terbaik dengan suhu nyala api yang paling tinggi, yaitu 951.2°C dengan
ukuran butir 200 mesh. Pembuatan CWF dan batubara hasil proses
UBC dilakukan di Palimanan dengan satu peralatan yang terintegrasi
secara kontinyu dengan skala 4 ton/hari. Pada unjuk kerja alat masih
perlu penyempurnaan karena masih banyak debu yang ditimbulkan
pada saat proses berlangsung, sehingga perlu penambahan dust
collector. Produk proses UBC adalah serbuk yang berukuran cukup
halus (ukuran feed < 3 mm) dengan nilai kalor diatas 6300 Kcal/kg.
Untuk memudahkan dalam penanganan dan pengangkutan, maka saat
ini produk UBC dibuat briket. Alternatif lain untuk mengatasi hal
tersebut adalah dengan merubahnya kedalam bentuk slurry, yaitu
berupa Coal Water fuel (CWF). Penerapan teknologi CWF dengan
menggunakan batubara hasil proses upgrading brown coal (UBC)
sebagai bahan baku dapat digunakan dan diterapkan sebagai bahan
bakar menggantikan minyak berat pada industri – industri yang
menggunakan panas untuk proses pemanasannya (boiler). Hal ini
ditunjukkan dengan konsentrasi batubara yang cukup tinggi pada CWF
dan relatif stabil selama penyimpanan 60 hari.
Tidak tersedia versi lain