Text
Pelindian Bijih Emas dengan Larutan Amonia Tiosulfat (Batch Scale)
Ekstraksi emas dengan teknik sianidasi telah lama digunakan secara
komersial namun saat ini proses sianidasi menjadi masalah yang
sangat berat karena limbah proses yang dihasilkan menimbulkan
dampak lingkungan sangat serius sebagai akibat dari senyawa sianida
yang sangat toksik. Disamping itu, ketidakmampuan larutan sianida
dalam melindi bijih emas refraktori karbonan (carbonaceous ores) dan
kompleks (auriferous ores) secara efektif merupakan masalah yang
harus diantisipasi. Perusahaan tambang di Indonesia masih
menggunakan proses pelindian sianida. Di samping itu, pertambangan
rakyat makin meluas menggunakan proses sianidasi namun sangat
minim dalam pengelolaan dampak lingkungan sehingga dapat
menimbulkan masalah lingkungan yang sangat serius. Upaya mencari
alternatif metode bukan sianida untuk proses ekstraksi emas telah
dilakukan intensif sejak tahun 1970-an dengan dari sejumlah proses
alternatif bahwa pelindian tiosulfat merupakan proses yang paling
menjanjikan serta telah diterapkan secara komersial di beberapa
Negara. Oleh karena itu, penelitian yang mengkaji pelindian tiosufat ini
akan mempunyai peran berharga dalam menjelaskan dan
mensosialisasikan metode ekstraksi emas dengan bahan yang ramah
lingkungan, berbiaya operasional yang kompetitif terhadap metode
sianidasi serta kinerja proses yang sebanding dengan proses sianidasi.
Kajian pada tahun pertama pelindian bijih emas dengan media pelindi
tiosulfat adalah optimasi proses pelindian tiosulfat sistem batch dan
karakterisasi proses pelindian tipe bijih emas refraktori yang
mencangkup masalah konsumsi tiosulfat, perolehan emas, konsentrasi
katalis tembaga, pH larutan dan ammonia serta laju aerasi. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa konsumsi tiosulfat sangat
dipengaruhi oleh aerasi, konsentrasi penambahan ammonia, pH
larutan dan besaran konsentrasi awal tiosulfat. Penggunaan aerasi
dalam proses pelindian akan meningkatkan kecepatan kehilangan
tiosulfat; sebaliknya, penambahan konsentrasi ammonia dan
pengaturan pH larutan pelindian akan mengurangi jumlah kehilangan
tiosulfat. Proses pelindia bijih emas yang paling efektif dicapai untuk
konsentrasi tiosulfat 0,1 M dengan perolehan emas 80%. Dari
penelitian ini diperoleh data parameter utama yang paling
berpengaruh dalam proses pelindian bijih emas dengan media
tiosulfat, serta pengalaman praktis mengenai metode pelindian
tiosulfat untuk ekstraksi emas dari bijih emas terutama dalam
memahami mekanisme dan pengendalian proses. Hal ini akan menjadi
dasar teknis untuk merancang pengembangan ke skala sistem kontinu
(bench scale) yang dapat dilanjutkan ke skala pilot plant.
Tidak tersedia versi lain