Text
Identifikasi Potensi Ekonomi dan Budaya pada Rencana Pembangunan PLTU Berbahan Bakar Batubara Halus di Kabupaten Kutai Kartanegara
Kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Timur sangat tinggi
dan tidak sebanding dengan pasokannya; di sisi lain provinsi ini
memiliki potensi bahan baku energi yang cukup besar. Pertumbuhan
permintaan rata-rata 12% per tahun sedangkan pertumbuhan
pasokan rata-rata 8% per tahun sementara itu produksi batubara
sebagai salah satu sumber energi di Provinsi Kalimantan Timur
sebesar 55.114.570 juta ton sehingga sampai saat ini seluruh wilayah
provinsi mengalami krisis energi listrik di tengah melimpahnya
potensi bahan baku energi, dan Oleh karena itu kehadiran unit-unit
pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan kandungan setempat
dan ramah lingkungan sangat diharapkan. PLTU berbahan bakar
batubara halus merupakan hal yang relatif baru diperkenalkan maka
diperkirakan ada karakteristik dampak lingkungan fisik dan sosial
yang berbeda dengan PLTU berbahan bakar batubara konvensional,
dan Oleh karena itu untuk mengantisipasi dampak lingkungan
khususnya lingkungan sosial baik merugikan maupun menguntungkan
diperlukan suatu langkah awal berupa identifikasi lingkungan sosial
ekonomi dan budaya terhadap rencana dan operasional PLTU
tersebut. Tujuan identifikasi lingkungan sosial ekonomi dan budaya
terhadap rencana dan operasional PLTU berbahan bakar batubara
halus adalah untuk menyusun data dasar sosial ekonomi dan budaya
masyarakat di sekitar wilayah PLTU, dan manfaatnya agar tercangkup
faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya dalam perencanaan
pembangunan PLTU berbahan bakar batubara halus yang ramah
lingkungan, serta dampaknya adalah terjaganya kualitas lingkungan
hidup sekitar instalasi PLTU batubara peringkat rendah. Metode
penelitian menerapkan pendekatan penelitian kuantitatif (survey
research) dan kualitatif (grounded research) untuk memahami aspirasi
obyek studi atau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi rencana
pembangunan PLTU, serta analisis dan evaluasi data yang diperoleh
dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatif dengan memanfaatkan
metode regresi linier berganda dan korelasi linear berganda melalui
program statistical product and server solutios (SPSS). Pendataan
primer dilaksanakan di daerah-daerah yang menjadi pilihan untuk
rencana lokasi pembangunan PLTU berbahan bakar batubara halus
yang meliputi : Kecamatan Tenggarong di Desa Loa Tebu; Kecamatan
Tenggarong Seberang di Desa Tanjung Batu dan Desa Embalut;
Kecamatan Loa Janan di Desa Duri Ulu dan Desa Duri Ilir; Kecamatan
Sebulu di Desa Segihan. Berdasarkan hasil pendataan dan analisis,
teridentifikasi potensi masyarakat bagi rencana pembangunan PLTU
berbahan bakar batubara halus yaitu terdiri dari potensi
menguntungkan dan potensi yang kurang menguntungkan, seperti
potensi yang menguntungkan adalah dukungan persetujuan
masyarakat, tersedianya pekerja kasar dengan tingkat upah relative
rendah, tingkat kehormatan masyarakat terhadap tokohnya
sedangakan potensi masyarakat yang berpeluang kurang
menguntungkan adalah peluang berusaha dan kesempatan kerja,
aksebilitas listrik pedesaan, ketidaktahuan dampak lingkungan PLTU,
kesenjangan pendapatan masyarakat dengan operator PLTU, belum
adanya formula andil atau sharing masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain