Text
Pengolahan Emas dengan Sianidasi Skala Pilot Plant
Kegiatan pembangunan dan pemasangan peralatan pilot plant
pengolahan emas dilaksanakan secara bertahap yaitu sudah berjalan
mulai tahun 2007 sampai tahun 2009 dan diharapkan pada tahun
2010 peralatan sudah lengkap dan siap pakai. Maksud dari kegiatan
tahun anggaran 2009 yaitu melakukan kegiatan pemasangan sebagian
peralatan untuk keperluan proses pengolahan emas dengan cara
sianidasi dan CIL adsorption samapi didapat peralatan yang siap pakai
sehingga dicapai tujuan untuk mendapatkan prototype proses
pengolahan emas dengan metoda sianidasi dan CIL adsorption.
Pembangunan pilot plant dengan cara sianidasi dan CIL adsorption
dikembangkan untuk pengenalan terhadap usah-usaha pertambangan
emas skala kecil dan menengah dalam rangka meningkatkan recovery
179
dan kapasitas produksi sehingga terwujud usaha pertambangan emas
yang maju dan ramah lingkungan. Kegiatan Multiyear pembangunan
pilot plant pengolahan emas dengan sianidasi dan Carbon in Leach
Absorption di sentra percontohan pengolahan mineral terpadu-Cipatat
yaitu : (Tahun 2007) Pembangunan gedung pilot plant pengolahan
emas, (Tahun 2008) Pemasangan sebagian peralatan, (Tahun 2009)
Pemasangan sebagian peralatan tambahan, (Tahun 2010) diharapkan
pemasangan seluruh peralatan selesai dan siap dipakai untuk uji coba
proses. Program kegiatan pada tahun anggaran 2009 terutama yaitu;
pemasangan sebagian peralatan tambahan, pemasangan instalasi
listrik, orientasi dan pengambilan sample serta karakterisasi bijih
emas. Peralatan yang dipasang terdiri dari; Jaw crusher, cone crusher,
ball mill, belt conveyor, sand pump, hidroclone, vibrating screen,
compressor dan thickener. Kontruksi peralatan dipakai sistim rangka
beton dan angkur, dimensi ukuran beton berdasarkan pertimbangan
spesifikasi alat yang akan dipasang terutama, bobot, dimensi, dan
getaran operasional dari alat. Rencana uji coba proses sianidasi adalah
bijih emas yang berasal dari tambang terbuka jalur II sesuai dengan
program perusahaan pada tahun 2010 akan dibangun plant
pengolahan di area tambang terbuka. Karakter bijih emas dari
tambang terbuka yaitu berkadar emas 9,30 g/t, perak 29,00 g/t,
berukuran 0,006 mm berikatan dengan limonit dengan mineral ikutan
lainnya terdiri dari kuarsa, pirit, kalkopirit, kovelit, sfalerit dan limonit.
Metoda pengolahan emas yang saat ini banyak tersebar diterapkan di
wilayah Indonesia masih berkisar dengan metoda amalgamasi dan
konsentrasi gravity, dimana dengan metoda tersebut recovery emas
masih rendah berkisar antara 50%-80%, dismaping itu pencemaran
lingkungan masih susah terkendalikan. Oleh karena itu dalam rangka
mengefektifkan proses pengolahan emas akan dicoba
mengembangkan metoda sianidasi dan CIL adsorption untuk tujuan
ikut berperan serta dalam menangani masalah pada penambangan-
penambangan emas skala kecil sampai menengah. Disamping untuk
kearah UKM juga kearah usaha pertambangan emas skala besar yaitu
untuk menjembatani dalam hal penanganan throuble solving yang
timbul selama proses produksi berjalan dan bisa juga untuk uji prose
bijih emass dari berbagai lokasi eksplorasi sehingga bisa dijadikan
pegangan untuk development penambangannya sehingga dengan
terwujudnya pilot plant pengolahan emas bisa bermanfaat secara
nyata untuk usaha-usaha pertambangan emas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain