Text
Pengolahan dan Pemanfaatan Bauksit Residu
Dalam rangka mendukung pendirian industri alumina, Puslitbang
tekMIRA dan PT. Antam telah sepakat bekerjasama melaksanakan
penelitian diantaranya “Pengolahan dan Pemanfaatan Bauksit Residu”
dengan maksud mendapatkan metoda untuk menghasilkan besi
melalui peleburan langsung (direct smelting) dari bauksit residu, dan
mendapatkan metoda perolehan rutil (TiO2) dari terak peleburan
langsung, serta bertujuan penelitian antara lain untuk mendapatka
metode pengolahan dan pemprosesan berwawasan lingkungan untuk
memperoleh produk-produk bermanfaat dan bernilai ekonomi dari
bauksit residu. Penelitian pada tahun 2008 meliputi tiga kegiatan yaitu
pengolahan untuk menghasilkan konsentrat besi berkadar tinggi
sebagai bahan baku untuk peleburan reduksi; pemrosesan untuk
menghasilkan pig iron dari konsentrat besi dan mendapatkan rutil
(TiO2) dari terak peleburan. Konsentrat mineral besi langsung dari
residu bauksit dengan magnetic separator 2000 gauss menghasilkan
konsentrat besi berkadar 62% Fe2O3 dengan perolehan 20%.
Pemisahan magnetic terhadap residu pemanggangan dan pelarutan
dengan intensitas magnit 1000 gauss menghasilkan konsentrat besi
berkadar 66% Fe2O3 dengan perolehan 13%. Metoda pemanggangan
dan pelarutan bauksit residu dapat menghasilkan larutan sodium
aluminat dengan 85% alumina terekstraksi, dan residunya sebagai
bahan baku untuk peleburan reduksi dengan reduktor batubara.
Konsentrat besi untuk peleburan reduksi masih harus ditingkatkan
untuk memenuhi persyaratan peleburan. Peningkatan lebih lanjut
dilakukan melalui pemanggangan magnetisasi (magnetizing roasting)
dan pemisahan magnetic hingga mencapai kadar 89% Fe2O3 dengan
perolehan 70%, dan selanjutnya diproses reduksi awal (Prereduction)
menghasilkan besi sponge (reduced iron). Peleburan reduksi besi
sponge pada suhu 1600°C menghasilkan besi kasar (pig iron) dengan
kadar 94% Fe. Rutil (TiO2) dapat dihasilkan dari terak peleburan
reduksi melalui sulfatasi dan hidrolisis larutan titanil sulfat yang
dihasilkan sebagai endapan TiO2, endapan rutil yang dihasilkan setelah
melalui filtrasi dan pengeringan mencapai kadar 82% TiO2.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain