Sebagaimana Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 yang telah dijabarkan dalam bentuk Blue Print Pengelolaan Energi Nasional mengamanatkan bahwa di masa mendatang batubara akan menduduki porsi 33% dari bauran energi nasional. Penggunaan batubara sebagai sumber energi tersebut termasuk untuk memasok energi bagi industri yang menggunakan boiler, dimana CWF dapat dipandang sebagai sumber energi…
Blue Print Pengelolaan Energi Nasional yang merupakan pelaksanaan peraturan presiden no 5 tahun 2006 dan undang-undang no 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara, mengamanatkan bahwa batubara ditargetkan sebagai sumber energi nasional dengan porsi 33% dan bauran energi nasional dan peningkatan nilai tambah penggunaan batubara dan mineral. Penggunaan batubara sebagai sumber energi terseb…
Banyaknya IKM yang mengalihkan konsumsi bahan bakarnya ke batubara tidak terlepas dari adanya jaminan pemerintah terhadap ketersediaan batubara dalam negeri (Permen ESDM No.34 Tahun 2009) yang dikenal dengan istilah domestic market obligation (DMO), jaminan ketersediaan juga didukung oleh besarnya cadangan batubara yang dimiliki Indonesia saat ini yaitu sekitar 22,25 miliar ton (Pusdatin,…
Overburden atau batuan penutup adalah batuan yang merupakan hasil samping pada proses penambangan bahan galian. Batuan ini pada umumnya tidak bernilai ekonomisnya kecil, yang membungkus atau mengeliling sebuah cadangan mineral atau batubara. Batuan penutup di pertambangan batubara terdiri atas sejumlah jenis batuan sedimen berbeda, antara lain batu gamping, batu lempung, dan batu pasir. Pa…
Salah satu dampak yang dapat timbul dari kegiatan pertambangan adalah adanya air asam tambang (AAT) yang terbentuk dari reaksi kompleks batuan sulfidis. Berbagai faktor kimia dan fisika berpengaruh pada pembentukan air asam ini antara lain ukuran butir, lamanya kontak dengan air, laju alir, pH, kondisi reaksi reduksi- oksidasi, kompleksasi dengan senyawa anorganik dan organik. Karena …
Meningkatnya pemanfaatan mineral seperti mineral Logam Tanah Jarang (LTJ) di sektor industri akibat berkembangnya teknologi pengolahan dan pemurnian mengharuskan pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagai pengganti UU No.11 tahun 1967 tentang Pertambangan Umum yang memberikan arah baru kebijakan pertambangan mineral dan batubara…
Upgrading bauksit dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pemisahan secara magnetik, flotasi, gravitasi dan pengayakan (Moorthy, 1983). Untuk menentukan cara yang paling cocok tergantung kepada karakteristik bijih yang akan diolah. Kandungan besi dalam bijih bauksit dipisahkan dengan pemisah magnetik sedangkan pengotor berukuran lebih halus dari butir bijih bauksit pemisahannya mengg…
Batubara termasuk bahan bakar fosil yang mengandung hidrokarbon, Hidrokarbon ini jika dibakar sempurna akan menghasilkan gas CO2 salah satu gas rumah kaca. Karbondioksida di atmosfir dapat berkurang secara alami karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis namun aktifitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kem…
Untuk meningkatkan kinerja pembakar siklon perlu terus dikembangkan kehandalan untuk setiap parameter prosesnya. Dalam kegiatan ini pengembangan dilakukan untuk menekan emisi partikulat sehingga menambah keunggulan pembakar siklon untuk lebih memperluas penerapannya di industri untuk substitusi BBM (bahan bakar minyak) atau BBG (bahan bakar gas). Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan r…
Emisi gas buang dari peningkatan konsumsi batubara akibat meningkatnya kebutuhan energi listrik akan berdampak pada kualitas udara di sekitar kegiatan pembangkit listrik. Sebagai antisipasi terhadap peningkatan emisi gas buang maka perlu pemikiran untuk melakukan pemantauan emisi dari cerobong PLTU berbahan bakar batubara yang saat ini data pemantauan emisinya masih terbatas. Pemantauan k…